Catatanku : Ibuku Buta Sebelah Mata

Juli 9, 2008 · Filed Under renungan 

ibuku tercinta

Hari ini dapat kiriman dari teman, sebuah kisah yang cukup membuat bulu kuduk saya merinding. Kisah yang sangat menyeramkan yaitu mengenai seorang anak yang saya anggap amat sangat durhaka kepada ibunya.

Semoga ini semua hanya sebuah kisah saja, dan apabila ini adalah sebuah kisah yang mungkin nyata, semoga saja anda bukan termasuk orang yang ada dalam kisah ini. Selamat membaca dan semoga dapat mengambil pelajaran darinya.

 

Ibuku hanya punya satu mata, aku benci dia… dia begitu memalukanku. Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku. Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku, aku begitu malu saat itu, bagaimana dia bisa melakukan itu padaku di depan teman-temanku?! Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil berlari. Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dengan mengatakan  ” Eeee, ibumu hanya punya satu mata…! ” Aku malu sekali dan ingin mati rasanya, aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku. Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaaan teman-temanku, mengapa ibu tak mati sa !  Ibu tak menjawab … !!!

Aku sama sekali tak mau berpikir tentang apa yang kukatakan , karena aku sangat marah padanya, aku tak perdulikan apapun perasaan dia, aku ingin keluar dari rumah itu … !! jadi aku belajar dengan keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri, kemudian aku menikah, ku beli rumah. Aku punya anak dan aku hidup bahagia.

Suatu waktu ibu mengunjungiku. Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu-cucunya. Ketika ibu berdiri di depan pintu, anak-anakku mentertawakannya. Aku berteriak padanya ” Betapa beraninya kamu datang kerumahku, dan menakut-nakuti anakku. PERGI DARI SINI SEKARANG !!  ” Ibuku menjawab perlahan ” Maaf… saya salah alamat “.  Dan diapun pergi.

Suatu waktu, ada undangan reuni di kirimkan ke rumahku, jadi aku berbohong pada istriku, ku katakan bahwa aku ada tugas ke luar kota. Usai reuni, aku mampir kekampungku untuk sekedar rasa ingin tahu. Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia. Aku tak terharu atau meneteskan air mata … ! Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku.

Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap waktu. Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak-anakmu. Aku sanga gembira ketika ku dengar kau akan datang ke reuni, tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu. Maafkan aku yang membuat malu saat kita masih bersama. Ketahuilah anakku…. ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu. sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan satu mata saja, jadi aku berikan satu mataku padamu. Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku di tempatku, dengan mata itu.Bersama Cintaku …. Ibumu ….

 

 

 

Sangat mengerikan memang kisah di atas, semoga saja semua itu tidak terjadi pada anda. Satu catatan yang dari kisah di atas ” Kasih ibu laksana air yang selalu mengalir, laksana surya yang selalu menyinari dunia “. Semoga kita adalah termasuk orang-orang yang bersyukur.

Comments

33 Responses to “Catatanku : Ibuku Buta Sebelah Mata”

  1. Wahyu Triwidhiyanto on Juli 9th, 2008 22:46

    iya tuh, sejelek-jelekNa seorang ibu adalah orang yang sudah sangat berjasa merawat dan membesarkan kita.. salam kenal mas rohman.

  2. rohman on Juli 11th, 2008 00:17

    yup. ibu adalah orang yg paling berjasa dalam hidup kita, salam kenal kembali dan terima kasih sudah berkunjung

  3. munir on Juli 11th, 2008 12:14

    Assalamu alaikum Sobat………….
    Lama ga jumpa., gimana kabar dan keluarga? semoga baik aja kan..

    Terus terang saya memangis sekarang… dan masih menangis… entar ya sobat.. saya ambil tissu mau lanjutkan nangis

  4. Jacky Supit on Juli 12th, 2008 13:56

    ya ampun saya mau nangis baca cerita ini :((

    duh ga kebayang perasaan si anak durhaka itu sewaktu ngebaca surat dari ibunya.

    duh… saya jadi inget sewaktu kecil saya juga suka marah sama ibu saya, dan bahkan malu. butuh bertahun-tahun untuk akhirnya sadar, dan saya bersyukur bahwa sampai sekarang saya masih bisa bersama ibu saya.

    terima kasih kang buat sharing ceritanya. fiuhh….. dada jadi sesak euy :)

  5. Tampil Beda, Promosi Blog Biar Cepat DiKenal Dengan Nama Panggilan | id.JackBook.Com on Juli 12th, 2008 17:40

    [...] yang menggunakan sebutan Kang di blognya, 3 orang populer yang saya kenal adalah Kang Kombor, Kang Rohman, dan Kang [...]

  6. MIB on Juli 12th, 2008 22:31

    Ibu adalah wanita paling mulia dalam hidup kita, maka muliakanlah sepanjang hidupnya dan doakan selamat hingga akhirat kelak.

  7. Putra eka on Juli 13th, 2008 02:47

    Sungguh kejam perlakuan anak itu kepada Ibunya, serius udah lama ga ngeluarin air mata.. baru sekarang air mata itu menetes kembali… Semoga ibuku tercinta selalu dalam rahmat Allah Swt. Amin

  8. Fachia on Juli 13th, 2008 04:55

    Semoga Almarhumah Ibunda ku selalu dirahmati Allah SWT dan dijaga di sisiNya. Amiien

  9. Tony on Juli 13th, 2008 07:54

    surga ada di bawah telapak kaki ibu ..so itulah mulianya seorang ibu :)

  10. kombor on Juli 13th, 2008 11:45

    Mudah-mudahan cerita itu hanya fiksi belaka. Saya sangat sedih membaca cerita itu.

    Sampeyan dapat dari mana, Kang?

  11. rohman on Juli 13th, 2008 13:05

    @munir : wa ‘alaikum salam mas munir, alhamdulillah kabarnya baik. memang cerita ini sangat menyedihkan sekali. trims ya mas dah mau mampir.

    @jacky supit : memang sangat memilukan sekali nih cerita. beruntunglah ibu kita masih ada di samping kita.

    @MIB ; benar sekali.

    @Putra Eka ; semoga ibunda kita semua selalu mendapat rahmat dari yang kuasa.

    @fachia : sudah almarhumah? turut berduka cita saja, semoga beliau selalu berada dalam rahmatnya di alam sana. kalau saya pribadi sudah kehilangan ayah saya sejak berumur 6 tahun.

    @Tony : benar sekali, “aljannatu tahta akdamil ummahat” surga berada di telapak kai ibu, maka muliakan selalu beliau.

    @Kombor : mudah-mudahan begitu kang kombor, sangat mengerikan jika ini benar-benar terjadi. Saya dapet kiriman dari teman nih kang.

    @to all : terima kasih sudah pada berkenan mampir di sini :)

  12. masenchipz on Juli 13th, 2008 15:37

    ibu…ibu… gw kangen ama opor ayam ibu…. hiks…hiks…

  13. masenchipz on Juli 13th, 2008 15:38

    ehm..ehm… blog gw kok ga masuk rekomendasi ya… ehm… mo nyari2 di mall ah… capa tau dpt alasannya…. hiks..hiks…
    *kaburrrrrrrrr*

  14. agus on Juli 13th, 2008 21:16

    mudah mudahan hanya cerita ya…

  15. Anak Petani on Juli 14th, 2008 00:52

    Wah mengerikan kalau cerita itu nyata.

    Lewat blog ini saya berdoa agar Bapak dan Ibu saya selalu sehat.

    Anakmu masih jauh belum bisa sambang..

    Maafkan anakmu..

  16. Elsa on Juli 14th, 2008 18:51

    wah, untung saja…ketika si anak mengusir sang ibu, si anak tidak dikutuk jadi batu oleh sang ibu. kalo di kutuk, kan nanti jadi malin kundang jilid 2.

  17. miTadRiani on Juli 14th, 2008 21:39

    hwaaaa… baru kali ini aq baca blog sampe nangis.. sedih banget bacanya.. ^^salam kenal,sob!

  18. JoVie Baik on Juli 16th, 2008 10:49

    sedih banget nih baca artikel ini…

    Semoga kita jangan sampai seperti itu…

    udah dulu akh..mo ngelanjutin nangis..

    Ibu……..maafin Jovie yah Bu…

    Beesok bikinin masakan Ibu yang ternikmat di dunia…I Love You So Much My Mom..

  19. Eko Priyanto on Juli 16th, 2008 11:51

    waduh ceritanya kayak malin kondang aja, si anak durhaka…!! amit-amit jabang bayi najis tujuh turunan deh. mending melarat ga papa yang penting bisa menyenangkan hati seorang ibu…

    Maafkan aku ibu, jika sewaktu aku kecil terlalu banyak merepotkan mu…I Love You So Much My Mom..

  20. Drs.Saddia Naizal Norewan on Juli 17th, 2008 19:04

    met kenal kang Rohman, saya dipanggil Naizal. sekarang lagi di Malaysia. ini emailsy, naizalkerinci@yahoo.com, bantuin dong cara saya menampakkan photo di blog saya. http://www.naizalnorewan.wordpress.com.

  21. Drs.Saddia Naizal Norewan on Juli 17th, 2008 19:05

    and judul tulisan kang Rohman ini sangat saya sukai,saya jadi terharu.

  22. Panda on Juli 19th, 2008 05:17

    apa artinya aku andai kau (ibu) ga ada
    aku tanpamu bukan apa-apa

  23. Balada BurYam (Bubur Ayam) - Sebuah Sayembara | Indahnya Berbagi Ilmu on Juli 19th, 2008 18:40

    [...] pemuda yang gagah dan rupawan. Ketujuh pemuda itu bernama Brad Pitt, Jet Lee, Poo, Paman Gober, Jerry Yan dan Si Joko Tingkir. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan daerah. Tapi ada satu [...]

  24. kaka on Juli 19th, 2008 21:44

    semoga kita menjadi orang yang selalu bersyukur.Amin

  25. novrie on Juli 20th, 2008 15:36

    Tu, makanya , jangan durhaka sama orangtua…

  26. www.tegal-dalnet.com » Blog Archive » Tampil Beda, Promosi Blog Biar Cepat DiKenal Dengan Nama Panggilan / Title on Agustus 2nd, 2008 03:11

    [...] yang menggunakan sebutan Kang di blognya, 3 orang populer yang saya kenal adalah Kang Kombor, Kang Rohman, dan Kang [...]

  27. agungonline on Agustus 6th, 2008 17:57

    wah tega nian anak durhaka itu… hihihi…

  28. Moza on Agustus 11th, 2008 15:44

    Kisahnya sangat memilukan, aku jadi rindu ma ibuku, andaikan saja aku bisa menyampaikan kepada si anak yang malang itu, aku ingin sampaikan bahwa, ibu akan pergi suatu hari nanti, kamu jangan malu karena ibumu yang buta itu tak akan membuatmu hina lagi, tapi saat ibu pergi, kau akan menjadi lebih hina lagi, ketahuilah itu temanku.

  29. Emyu on Agustus 15th, 2008 14:13

    Ceritam yg sperti ini bisa untk terapi bagi hati yg keras dan gak berperasaan. Krn aq aja jadi nangis

  30. akimdave on Agustus 19th, 2008 19:00

    kang tragis banget sich ceritanya. sumpah saya terharu banget ngebaca cerita ini. bathin saya meneteskan air mata, karna saya jadi inget sama ibu saya yang polos, karna tidak mengenyam pendidikan dari kecil. tapi saya bangga punya ibu seperti ibu saya, dia adalah Dokter disaat saya sakit, hanya belaian kasih sayangnya yang mampu menyembuhkan penyakit yang mengganggu saya. buat saya IBU adalah harta, kebanggaan dan kebahagiaan tiada tara. makacih kang cerita sekali lagi bagus banget….

  31. akimdave on Agustus 19th, 2008 19:06

    kang tragis banget sich ceritanya. sumpah saya terharu banget ngebaca cerita ini. bathin saya meneteskan air mata, karna saya jadi inget sama ibu saya yang polos, karna tidak mengenyam pendidikan dari kecil. tapi saya bangga punya ibu seperti ibu saya, dia adalah Dokter disaat saya sakit, hanya belaian kasih sayangnya yang mampu menyembuhkan penyakit yang mengganggu saya. buat saya IBU adalah harta, kebanggaan dan kebahagiaan tiada tara. makacih kang ceritanya sekali lagi bagus banget….

  32. Lilis Indrawati on Agustus 24th, 2008 10:44

    Ibuku sayang masih terus berjalan
    Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
    Seperti udara kasih yang engkau berikan
    Tak mampu ku membalas, Ibu….

  33. herro on Agustus 25th, 2008 06:59

    cerita yang menyedihkan. Jd ingat dl saat masih kecil sering membantah orangtua.
    Tobat…tobat.. Sungguh, semenjak berangkat dewasa baru saya sadar. bahwa orangtua adalah hal yang paling berharga dalam hidup ini.
    saya jg mendapatkan sebuah kisah yang sangat bagus dari teman (dia jg tidak tau asal-usul cerita tsb) dan saya posting diblog. jika sudi untuk mampir tentunya.

Leave a Reply